jarak

semalaman itu aku tidak tidur lagi.duduk berdua dengan seorang saudara di pinggir jalan di desaku.sepi. 90 persen pemuda pemudi hijrah ke Jakarta.
jam 11 malam: para tengkulak mulai berdatangan mau membeli hasil panen petani, yaitu kacang tanah.
jam 12: para petani sudah mulai berdatangan.
jam 1: perempatan sepi itu berubah jadi pasar dadakan.
jam 2: pertengkaran mulut, penawaran dan ketidakpuasan petani semakin mencuat menandakan ketidakberdayaan posisi.
jam 2.30: seorang nenek tua menyeret kacang tanah memutarkan menawarkan kacang tanahnya pada para tengkulak mencari harga tertinggi.hasilnya? kekecewaan.
jam 3: para tengkulak sudah jadi sangat arogan karena untung sudah pasti di tangan.
....
begitulah berulang selama sekitar tiga minggu masa pascapanen.
...
petani tetap menganggap diri mereka kecil
tengkulak tetap menganggap diri mereka besar
dan pemuda pemudi tak akan mau lagi jadi petani
...
dan orang-orang tetap menganggapnya biasa
dan orang-orang tetap menganggapnya biasa saja
...
yang tau lebih belum bisa apa-apa.
atau tak menganggap penting fenomena.
anda?

Biasa
orang kecil ditindas orang yg lebih berkuasa. itu biasa. yg ga biasa justru kalo situasinya dibalik
yang tau yang tak mau tau
aku ketakutan. kalau-kalau di negri kita ini tak lagi ada terbentang sawah yang hijau yang menguning. aku ketakutan. ketika produksi pangan, yang membuah raga manusia hidup itu, tak ada lagi yang mau mengerjakan. aku ingat dokumenter tentang WTO yang "bad for you" itu. mereka bisa mengklaim air sebagai kebutuhan, bukan sebagai hak orang. dan mereka kaya dari itu. tapi di negara ini, bahkan yang telah menjadi kebutuhanpun dihargai semurah-murahnya oleh para tengkulak-tengkulak yang otaknya tak ada di tengkorak. persekongkolan-persekongkolan busuk tak bernurani itu terus saja meraja melela.
wong tani bukannya tak mampu membaca ketidakadilan. tapi apa yang mereka daya? palu arit mereka saja sudah dipatah-patahkan dari tahun '65 sejak calon pahlawan nasional baru kita itu membuka selebar-lebarnya pintu bagi investor kapitalis untuk mengeruk dan mengeruk suburnya tanah kita.
lalu apa yang diperbuat kaum "dalamtai" di negeri seribusatu gelisah ini? terpenjara dalam kelas akademinya? bermain di arena memabukkan hiburan kota? sibuk mencari uang dan kerja untuk perutnya sendiri?
pendidikan ada tiga tahap, kata kakak temanku. etika, logika, dan estetika. nutrisi untuk bayi-bayi zaman sekarang begitu lengkapnya untuk menghubungkan miliaran sel-sel dalam otak mereka. namun sialnya, itu semua cuma membantu eksakta dan logika tanpa nurani. maka satu generasi sudah diambang pembusukan.
itukah generasi yang sedang kita diami sekarang?
pelupaan adalah propaganda klasik namun berjaya benar dalam penerapannya. tiap-tiap kejadian hanya melorot cepat-kilat dari ingatan. dan kita yang sempat simpati melihat ketidakadilan, akan berhenti disitu saja.
bangsat! siapa yang butuh simpati di negri nyiur melambai ini??
berempati dan berani bertindak: itu yang mendesak. (kukutip dari pernyataanmu sendiri, dhab).
wah serius banget!!! nyante
wah serius banget!!! nyante dikit donk..diajak ngopi petanine,dijaki dugem..eh, ente belum pernah dugem yak!?! ...yah emboh lah............
arogan
ITULAH SALAH SATU BENTUK AROGANISME. Yang mempunyai kelebihan dan kekuatan menekan pihak lain yang mampu ditekannya. Semakin jelas terlihat bahwa pihak yang menekan juga mempunyai pengalaman yang sama dengan pihak yang ditekannya. Bagaimana tidak? Manusia adalah mahkluk yang mempunyai citra diri. Bilamana hidup dan keberadaannya diwarnai dengan tekanan, lalu kemudian hal tersebut merusak citra dirinya, maka kemudian dia menilai bahwa manusia harus saling menekan. Bila dilihat dari sisi yang lain, tekanan yang dialami oleh si pihak tertekan tadi pasti berimbas pada sikap dan perilakunya sehari-hari. (bila citar dirinya terusak) Mereka akan menjadi tidak kalah arogannya dengan si tengkulak yang menekan mereka. Hanya pihak yang jadi korban mungkin saja anak-anak, tetangga, lingkungan sekitar mereka yang tidak mengerti apa-apa.
ITULAH BENTUK LAIN DARI AROGANISME. Yang tertekan dan tidak berdaya kemudian menekan pihak lain yang lebih tidak berdaya darinya.
Lalu bagaimanakah menyikapi AROGANISME jaman sekarang ini. Tentunya kembali lagi ke citra diri manusia yang hakiki:
"KAMU MEMANG ORANG PENTING, TAPI SAYA JUGA ORANG PENTING"
Dengan begitu dengan atasannya dia tidak menjilat, dan terhadap bawahannya dia tidak akan menindas.
CITRA DIRI MANUSIA YANG BAIK MEMBUATNYA BERSIKAP SESUAI DENGAN CITRA DIRINYA ITU
jangan heran
hal2 diatas itu memang tidak perlu lagi dicari2 alasannya... setiap penguasa pasti akan mengusahakan yang namanya usaha mempertahankan kekuasaan, dan dengan menindas orang kecil sebenarnya itu memang usaha mereka untuk menunjukkan bahwa mereka itu memang berkuasa apalagi buat golongan diluar golongan mereka. mereka memang sengaja untuk menunjukkan bahwa mereka berkuasa atas rakyat kecil, dengan demikian mereka bisa berkuasa lebih lama. contoh: alm. soeharto, siapa yang tidak takut padanya ketika dia berkuasa? dia yang memiliki rekor paling lama sebagai penguasa di Indonesia...
ji I'm coming....
ji I'm coming....

-negro
benar apa kata dalang
menilik permasalahan diatas

kebanyakan sama di daerah2
bukan cuma di daerah asal Muji saja
masih banyak tempat tempat lain yang sama
penguasa
aku pikir jika aku menjadi penguasa esok,
aku akan mempertahankan kekuasaanku dengan mempekerjakan "orang kecil" juga. tetapi aku yakin tetap ada yang akan mengatakan kalo aku menindas. nah...mungkin memang penguasa itu identik dengan hal-hal "tindas-menindas"...lalu bagaimana dengan Tuhan yang ucapnya menguasai seluruh alam raya beserta isi-isinya? tidak ada yang menyebutnya penindas. barti teori saya salah ya...
tuhan?
maafkan aku kalau aku salah tapi menurutku secara teori, tuhan itu tidak akan dibilang menindas, konsep eksistensinya dan karakteristiknya saja buatan manusia jadi ya gak mungkin orang menciptakan figur yang dianggap penolong tapi juga penindas? ya gak? karakteristik tuhan itu telah dikonvensikan dan disetujui orang banyak bahwa dia itu maha pengasih dan penyayang jadi, harus ada konvensi lagi untuk mengatakan bahwa tuhan juga sesosok penindas
tuhan itu mahasegala--kecuali mahasiswa
ada yang lupa tentang kesepakatan manusia perihal tuhan. orang roma menyebutnya "omni":sebuah ke-maha-an.
saya setuju kalau tuhan itu memang diciptakan manusia sebagai ruang "melarikan-diri" (baca: escape) dari sesuatu apapun itu yang tak terjamahnya. kalau manusia tak sanggup, maka tuhanlah yang bisa.
siapa bilang tuhan itu hanya dikonvensikan sebagai yang maha baik-baik saja dan maha penyayang saja? mungkin acuan yang saya pakai agak sempit: saya mengacu pada beberapa agama yang katanya punya massa paling masif sedunia--kristen, islam, buddha, hindu. bacalah kitab-kitab mereka yang mereka akui suci itu. kalau punya banyak waktu, coba hitung berapa kali tuhan membunuh manusia. dan jangan lupa, selain surga, tuhan juga menjanjikan sebuah pelunasan dosa di samudra apinya yang menyala-nyala. aku pernah dengar dari rekaman lucunya warkop, bahwa di neraka ada tiga kamar siksa. saya lupa kamar satunya, tapi yang dua lagi, manusia "berdosa" disiksa dengan tusukan sate raksasa, dan disuruh nyilem di kolam penuh tinja dengan masa istirahat lima menit saja. gila, ndak?
masa' tuhan itu penyayang semua manusia yang kulitnya putih, kuning, dan hitam semua di cinta tuhan(maaf di lagu sekolah minggu kulit sawo matang tidak tercatat), kalau, misalnya saja, tuhan yang di injil memilih-milih bangsa yang diberkatinya (itu tuh zionis biadab pencercah daging manusia di palestina, dan yang moncong tanknya pun dibidikkan ke romo-romo gereja di yerusalem). atau, misalnya lagi, masa' para dewa itu menikmati perang di medan kurusetra antara pandawa dan kurawa. apa ndak dipikirin tuh, sekali panah, arjuna, yang cassanovanya india itu, bisa membunuh seribu prajurit. apa ndak dipikirin tuh keluarga prajurit yang ditinggalkan. pernah kepikir nggak ya kira-kira sama "yang maha" itu?
masih berpikir tuhan itu maha baik-baik saja dan maha penyayang saja juga?
kata kawanku wahmuji, "...tuhan katanya punya sejuta rahasia/seperti rinduku dengan segala pesona/benarkah?"
kita sembah tuhannya wahmuji aja, gimana?
Post new comment