wahmuji's blog

wahmuji's picture

selamat pagi Indonesia

selamat pagi Indonesia

(dan taman yang kita cipta tak banyak digunakan untuk bermain)
kata tersesat di belantara khayal happily ever after...
dan otakku berdarah-darah setiap syaraf-syarafnya merangkai jaringan kenangan.
hati tinggal sepi.
rasa digerus birahi.
dan tangan-tangan menjambak rambutku yang keriting
dan mata-mata memicing kulitku yang hitam-coklat

wahmuji's picture

ia bertanya; apakah kamu bahagia?

Bumi tetap berputar dan ia tetap saja memburu kebahagiaan dengan terburu-buru.
Bumi tetap berputar dan makna dipahami sebagai teori yang terlalu rumit karena ia semakin takut kesepian. Semakin takut keluar dari roda besar. semakin takut. semakin terhegemoni. semakin senang disuruh melakukan sesuatu yang menjajah integritasnya sendiri. semakin pasif. semakin tenggelam dalam euforia evolusi yang mendiamkan suara-suara.

wahmuji's picture

dan kamu pun akhirnya menjauh entah untuk apa

Biasanya aku tak bisa tidur karena merasa ada yang tidak komplit atau tidak ada. merasai sesuatu yang jauh, asing. merasa bosan dengan sesuatu yang seakan sudah aku capai dan pada saat bersamaan, merasa ada yang jauh tertinggal di belakang untuk diambil lagi, atau jauh di depan untuk di kejar..

dan saat ini pun juga.

wahmuji's picture

Ia telah bicara

Ia bicara.
Ia banyak membaca dan menemu gelap di bangsanya.
Ia terlalu cinta pada orangtuanya.

Jaman tak memberi keberanian lebih padanya.
Tapi ia telah menyumbang kata-kata dan bahasa.
Untuk wanita, untuk lebih berani berkata dan bersikap pada
musuh yang sudah jadi hybrid tanda-tanda..

wahmuji's picture

Beranilah berdiri

Di jalan ini, sepertinya, aku masih saja mencari ujung. Padahal aku tak bisa lari dari kemarin. Dengan kemarahan yang sama, dengan kesombongan yang sama, kita berlomba-lomba memegang ekor kebenaran.

Tapi, jelaslah sudah, aku takkan bermelankolia dengan rasa bahagia yang berlari cepat tak terkejar itu. dan aku akan tetap bilang, "Beranilah berdiri dengan kakimu sendiri!"

wahmuji's picture

Untuk Mengisi Hidup dan Merasa Hidup

Antara sejarah tradisi desa dan kehidupan metropolis kota tetap di lubuk hati terhunus pedang bermata dua.

Syndicate content
 

Highest Points

UserPoints
durgadurga1101
molen574
wahmuji421
mbik410
ginting339
sedik317
dalangpotehi293
sescoplo265
Dian Yunita177
titiknol177