Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

 

Narasi Jazz dan Puisi Abstrak Expresionis*

titiknol's picture

SEJAUH menekuni puisi aku sampai saat ini masih mempercayai puisi itu semacam musik jazz yang penuh kelok-tikung improvisasi yang pada titik-titik tertentu bisa begitu jauh melenceng dari komposisi standar, tapi selalu ada saatnya kembali ke piring saji. Ada tarik ulur antara kenikmatan yang nyaman dan kesumbangan yang disengaja untuk mengganggu, menggelitik, menggoda, mengusik. Kalaupun ada narasi yang muncul dalam sebuah sajak, bagiku masihlah jazz. Yakni blues yang merintih dalam raungan harmonika blues harp yang ekspresif melengking bertenaga. Narasi dalam sajak kuanggap bukan seperti lirik lagu melankolik yang mudah diduga nadanya sebab begitu sering muncul dalam lagu-lagu yang nyaris sama.

Boleh juga aku bayangkan serupa lukisan. Puisi tidak pernah kuanggap sebagai sebuah imaji naturalis yang realistis atau bahkan lebih "indah" dari realita ujud. Alih-alih, ia kuanggap sebagai sebuah lukisan expresionis atau abstrak atau abstrak-expresionis. Narasi dalam sajak bagiku semacam bentuk-bayang yang masih dapat diduga acuannya dalam alam real, namun telah kehilangan rinci visualnya sebab imaji yang ingin hadir adalah sebagai ilusi kenangan: realitas yang dibingkai dalam tudung semitransparan, sekali lagi dengan tujuan mengusik, menggoda, memprovokasi. Sesekali abstrak merebut dominasi, namun tak pernah benar-benar gelap. Narasi dalam sajak membuat kegelapan yang abstrak sesekali hadir dalam remang yang agak jelas menampilkan garis bentuk, meski masih berkisar di ambang absurditas dan logika.

Penyairku, aku suka jazz meski goyangku tetap saja dangdut. Kamu?

_______________
* saya memilih menggunakan ejaan "expresionis" alih-alih "ekspresionis" sebagaimana "sex" alih-alih "seks"

durgadurga's picture

jazz

saya melihat musik jazz tenar di kalangan sastrawana ataupun puisiwan atau yang sejenisnya lah. coba lihat SGA yang sempat menulis tentang jazz di "Jazz, Parfum, dan Insiden". kental terasa alunan jazz dalam barisan tulisannya. saya masih belum dapat mengerti hubungan antara musik jazz dan puisi. belum lagi kalo nanti disejajarkan dengan musik dangdut, semakin rumit saja hubungannya.
apakah ada hubungannya dengan sejarah awal mulanya jazz?

kalo' saya masih mendengarkan musik metal dan tidak paham puisi. ada hubungannya juga kah?

salam,
amarah durga

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <img> <br> <br /> <p> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Textual smileys will be replaced with graphical ones.
  • You may quote other posts using [quote] tags.
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.
 

Highest Points

UserPoints
durgadurga1093
molen570
wahmuji421
mbik410
sedik317
ginting307
dalangpotehi282
sescoplo265
titiknol177
otakudang161