percakapan bodoh # 1

Suatu ketika aku mencoba beradab dan sedikit menjalin relasi juga nostalgila dengan bertemu teman2 SMA selulusan. Bertemulah aku dengan salah seorang temanku yg notabene mahasiswa arsitekture sebuah universitas mahal di jogja, lalu berceritalah kami:
aku: lama g ketemu?masih idup y?
dia: iya ni sibuk
aku: ngapain? tumben
dia: dapat proyek
aku: proyek apa?
dia: bikinin maket tugas akhir mahasiswa atas
aku: dapat duit dunk
dia: lumayanlah buat beli hape baru (sembari mengeluarkan sony erikson seri W yang mencetnya pake paku), tapi ya itu resikonya...
aku: apa?
dia: kuliahnya jadi keteteran, begadang terus
aku: dapat duit tapi nilai amblez y?
dia : iya sih, tapi mending...
aku: mending ap?
dia: daripada nilai amblz tapi g dapet duit
aku: (diem n berdiri)...
temenku yg laen: kemana?
aku: pulang (nunduk), bayarin kopiku

percakapan bodoh.
lalu dimananya yang bodoh?
ini banyak terjadi dan sekarang saya melihat manusia yang berwarna-warni yang seperti itu juga...banyak menemukan juga dan akhirnya menerima bahwa ternyata banyak ketidakseragaman terjadi didunia ini. dan sama sekali tidak tampak bodoh...
lalu dimananya yang bodoh?
salam,
amarah durga
wajar
kita selalu dihadapkan 2 pilihan dalam hidup kita
jika kita berusaha (baca:beruntung) kita mungkin dapet dua2nya
tp at least dapet satu juga dah lumayan
ngebayarin kopi temen kita klo pas kita punya duit juga sesuatu yg wajar
mana bodohnya?!?!
wew
wahj kalo ini bukan percakapan yang bodoh
tetapi ini briliant
maksudnya kita butuh untuk berfikir untuk menganalisa apa yang sedang diperbincangkan
bukan suatu hal bodoh bagi saya
teruslah berkarya wahai kau bangsaku
MBIK
Janti veteran 2
mari kita luruskan
kenapa aku tulis ini adalah menggaris bawahi percakapan terakhir:
dia : iya sih, tapi mending...
aku: mending ap?
dia: daripada nilai amblz tapi g dapet duit
karena aku merasa tersindir karena aku g mampu produksi uang dan kuliah keteteran, (g da yg bisa dibanggakan)
-aku merasa gagal menulis ini
money is a by-product, an A is an effect
uang menyusul, nilai A (baca: kuliah nggak keteteran) datang sendiri.
memang sulit mendapatkan kedua-duanya tanpa mengorbankan satu yang lain. aku pernah baca di buku bahasa inggris yang dipakai untuk SMA. ceritanya tentang Pavarotti. Ayahnya Pavarotti, sebelum mati, pernah bilang ke dia, "kita tak dapat duduk di dua kursi sekaligus."
kadang ini ada hubungannya dengan motivasi awal orang kuliah. mau ngapain? belajar saja? belajar sambil bekerja? atau malah bekerja saja?
Percakapan Bodoh #1 (sebuah judul yang jangan dimaknai secara harfiah saja) adalah percakapan wajar, sering terjadi, dan lazim. Bisa jadi dikata "bodoh" karena salah seorang peserta percakapan merasa "bodoh" seusai mengalami percakapan tersebut.
Tapi mending.
mending apanya?
Daripada nggak merasa samasekali.
salam,
ginting
Post new comment