Dewi Pepujaning Ati
Tumetesing embun wengi iki
ora kaya wingi uni
nalika tanganmu tak kanti
miyak petenging ratri
: memuji
ora krasa luh tumetes ing dadaku
nganti teles kebes ngrasakake
ringkihing ati raga lan jiwa amarga
rumangsa tansah kagoda gumebyaring donya
duh katresnanku lilanana
aku lunga ngupadi pepadhanging ati
tumungkul nyawiji mrih rahayu jati [Baca Selengkapnya]
Sunyi malam ini kembali meneteskan air mataku ..
Mencoba tuk meraih bayangan semu ..
Bayangan yg rasa'a dpt kugapai dg yakinku ..
Bayangan kurasa bgtu dekat d hadapanku ..
Bayangan yg kurasa bgtu dekat di hadapanku..
Bayangan yg pada'a berkeping harapan kutitipkan ..
Kosong tatapku terdiam mengenang masa lalu ..
Kuterpaku menahan gejolak rindu .. [Baca Selengkapnya]
Tuhan...serak tenggorokan hati
Layangkan jeritan pada angkasaMu
Samudera mata air mata
Kering pada dangkalnya sanubari
Mengendap pada dangkalnya keterbatasan pikir
Tuhan...jangan pedulikan raga ini
Aku hanya segumpal daging bakal membusuk
Namun tengoklah kesucian pada jiwa
Meski setitik berkatilah itu sebagai yang berarti yang ku punya [Baca Selengkapnya]
disertai ombak dan detik jam dinding, saat itu sore agak temaram. aku dapati kuning di ujung barat dan setengah lingkaran di ujung timur.
sedikit gelisah kemudian memainkan beberapa kata
sore menunggu kedatanganmu
kedatangan yang menjadi kegelisahanku satu bulan ini
sore dan pantai waktu itu
menjadi saksi perjamuan kita yang pertama [Baca Selengkapnya]
tengelam dalam jiwa hampa tak berujung
menyiksa rasa yang tak dapat lagi berkembang
menghamba pada pelik dunia fana
berhamburan pada titik kebosanan pikiran liar
menendang apa yang bisa ditendang
tanpa melihat lawan apa kawan
mengharap tahta kehidupan penuh gemerlap materialistis
dan meniggalkan kesan sepiritualis culturalis
bangga akan keggagahan monopoli kehidupan [Baca Selengkapnya]


