Tuhan, siang ini kutemukan kawanku sakit,
Kulihat sebuah topeng kayu besar tergeletak ditanah,
Tatah dan palu tergeletak menindihnya.
Tuhan, siang ini kutemukan kawanku sakit,
Kubisa mengintip air matanya yang nyaris jatuh,
Ia adalah pria perkasa.
Tuhan, kutemukan siang ini kawanku sakit,
Aku tak tahu bagaimana menghiburnya,
Anaknya yang masih kecil menari tanpa dosa, [Baca Selengkapnya]
Kepada siapa cinta ini kunisbatkan,
Kalau kepada wanita, wanita yang mana,
Toh ketika bersama lelakipun cinta itu masih ada.
Kalau kepada benda-benda, ketika tak bersama benda satupun,
Cinta itu tetap ada..
Terima kasih Tuhan..
Ponorogo, Pebruari 2010
Aku rindu sapamu yang menggairahkanku.
Sapa itupun datangnya Dari dirimu.
Sebenarnya Engkaulah yang menyapa dirimu,
Oh aku malu menyebutmu kekasih,
Karena ku masih jalang…
Ponorogo, 29 Sept. 2009
Satu yang kuminta darimu,
Sulitkah engkau berikan?
Padahal satu hal itu semestinya engkau berikan
Meski tak pernah kuminta
Nalar nakalmu akan berontak,
Kok begitu?
Ego manjamu akan mendebat,
Ah..harga diriku…
Hukumnya memang begitu,
Seperti bumilah yang mengelilingi matahari,
Hukumnya memang begitu,
Bahwa bumimu harus mengelilingi matahariku.
Nabiku bersabda, JANGAN MARAH [Baca Selengkapnya]
Aku ingin merdeka,
Merdeka dari kegelisahan, serta keresahan
Merdeka dari sehat serta sakit,
Merdeka dari lapar serta haus
Merdeka dari pemberontakan.
Merdeka dari citra dan gambar-gambar diri
Sebuah suara dari samudra jiwa berkata
“Carilah Ridlo Tuhanmu, itulah jalan kemerdekaan”
“Jangan terlalu menghiraukan dirimu, nafsmu sendiri” [Baca Selengkapnya]


