
Berita Layat.
Telah Berpulang kerumah Tuhan-nya, saudara kita Maftuh pada tanggal 20 Juni 2008 pkl 11.20, mahasiswa Unas Jurusan Sastra Inggris 2003 akibat penculikan ketika aksi menolak kenaikan harga BBM dan penyiksaan yang begitu berat yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Republik Indonesia.
Kebangkitan Nasional dan Reformasi yang seharusnya membawa rakyat Indonesia (Mahasiswa, Buruh, Petani, Nelayan, Karyawan, Pengangguran, dll) menuju ke kehidupan yang modern dan sejahtera ternyata hanyalah omongkosong belaka.
Tirani itu belum tumbang sepenuhnya, ternyata kita masih hidup dibawah bayang2 dan kontrol orang2 yang otoriter. Dengan kekuasaanya, mereka menggunakan aparatus2 bersenjata untuk mengamankan kepentingan perutnya dan keluarganya.
Watak pemerintah sekarang tidak bisa ditutup-tutupi lagi.
Perlawanan terhadap kenaikan harga BBM sudah merebak dimana2, diseluruh penjuru dunia (padahal negara mereka belum tentu memiliki sumber minyak).
Sudah saatnya kita menunjukan bahwa kita adalah pemilik sah terhadap negeri ini dan tidak ada satupun yang bisa menghalalkan aparat negara untuk boleh bertindak melebihi batas terhadap warganegara-nya.
Kita Berhak terhadap negeri ini dan segala Sumber Daya yang terkandung didalamnya dan kita bukan budak (colonize) dari bangsa asing yang sedang mengeruk SDA dan SDM yang ada dinegeri ini.
Hancurkan segala watak Kaum Tertindas
Sesuap Nasi Tidak akan Menjadi Apa2 Ketika Petani Masih Menangis
Sepotong Ikan Tidak akan ada Artinya Ketika Nelayan ber alih jadi Pengemis
Karena Harga BBM yang melambung tinggi.
Bangkitlah Wahai Kalian yang Sadar akan arti Penindasan dan Perlawanan....
Jangan biarkan darah para Pejuang kita Terbuang sia-sia dijalanan dan dihutan.
Bebaskan Dirimu atau Hidup Diperbudak
Dalam Tanganmu Nasib Rakyat Indonesia Terletak.

UNDANGAN
}:)
HADIRILAH!!!
Malam Budaya dan Panggung Rakyat
"Batalkan Kenaikan Harga BBM dan Solidaritas untuk Meninggalnya Mahasiswa Unas"
Tanggal 21 - 06 - 2008, pkl 18.00
Di Kampus Fisipol UAJY (BaBarsari)
Menampilkan;
- Saut Situmorang
- Dendang Kampungan
- RebellShocking
- Mediasastra
- Dll
Ajaklah Teman2mu, Sodara, Kenalan, PAcar, dsb.
Tentang Panggung Rakyat
Pertama, saya sangat terkesan dengan semangat teman-teman yang, dalam pengamatan saya, cukup terjaga untuk melawan kekuasaan yang sewenang-wenang (dalam hal ini keputusan tidak masuk akal pemerintah yaitu menaikkan harga BBM).
Kedua,saya menyambut gembira usaha teman-teman untuk merangkul setiap elemen masyarakat (dalam hal ini seniman) dan menghadirkan wacana politik dengan penyelenggaraan Panggung Rakyat kemarin.
Ketiga, saya, sebagai bagian dari Media Sastra sangat senang bisa berpartisipasi dalam acara tersebut dan bergabung dalam barisan yang berani bersikap, dan, terlebih lagi, berani mengekspresikan sikapnya.
Keempat, acara serupa dengan ragam warna berbeda, menurut saya, sangat penting untuk sering diselenggarakan mengingat arus media "mainstream" yang telah dikontrol untuk memanipulasi aksi-aksi demonstrasi-orasi-turun-ke jalan sebagai tindakan yang "terlalu biasa", brutal, tidak intelek, dan lebih buruk lagi, sering mengganggu lalu lintas!
Kelima, sebagai kritik, tata panggung (termasuk lampu) dan pengkondisian penonton dan partisipan dalam Panggung Rakyat kemarin sangat jelek. Panggung tidak bisa menjadi titik fokus penonton. lampu juga tidak mendukung. Ruang penonton terpecah dan konsentrasi massa akhirnya terkondisikan untuk juga pecah.
Salam,
Wahmuji
panggung rakyat
sebagai salah seorang orang, saya merasa malu karena tidak dapat hadir di panggung rakyat, dikarenakan beberapa hal diluar kendali saya. nah, semoga panggung rakyat tetap bisa meneruskan eksitensinya sebagai bentuk perlawanan lawan lawan terhadap apa aja lah, saya dukung dan sampai ketemu.
salam,
amarah durga
Thanks
:dor:
Thanks to Media Sastra
yang sudah menunjukan wujud "konkretnya", keluar dari dunia digitalnya,
berpartisipasi walaupun dalam krisis dan hegemoni rezim yang cukup dahsyat.
Berani, peduli dan kreatif diantara ratusan ribu Mhs Sadhar dan ratusan Juta manusia indonesia.
Semoga kebebasan berkreasi dan berkreatifitas bisa kita lakukan
dimana saja dan kapan saja, tanpa ada beban didalam otak yang masih memikirkan besok kita makan apa dan dapat nilai apa....
Segalanya mungkin kalau kita Mau dan Cerdik.
Hehehe.