Lusa
adalah waktu yang maya
saat tabir mentari belum terbuka
menyimpan keping-keping penuh makna
Selalu begitu,
misteri demi misteri ikut menyertai
kabut berselimut pekat menutupi
membungkus semua mimpi-mimpi di imaji
Tuhanku, sesaat kutersadar
Tergumam dalam bilik sunyi
Menanti mentarimu menyibak kabutku
Yang meradang duka perih dan pilu
tanganku bergetar menunggu
dalam duduk yang termanggu
menggumpalkan imaji kalbu
menyusur rumput hijauku
Sebelum saatnya
Ketika penantian
Saat terjaga
Dalam aku duka
Aku dalam suka
Dalam aku gundah
Aku dalam takwa
Segeralah berkemas wahai kelana
kutiplah tiap jumput daun makna
guratlah dalam diari sukma
tinggalkan jejakmu di alam fana
Iqra’ !
Iqra’ !
Iqra’ !
Bacalah dalam baca
Sebelum titikmu
Iqra’ ...
bacalah....
dunia KOMA


