Gie
kutemukan dirimu dalam lembaran usang
berdebu.....
seperti ceritamu
waktu itu hanya hitam dan putih
yang kutahu
kini,seperti dulu yang kau lihat
putihnya sampul merah serakah
hitam pekat maksiat
lagu merdu para penjilat
Gie....
bisikkan dalam mimpiku
yang membuatmu bertahan
tersudut tanpa kawan
Gie......
matahari masih yang dulu
murung bila mendung ketidakadilan [Baca Selengkapnya]
kubingkai senyummu di puing-puing rindu
yang kugantung dijutaan tanya
doakanlah cinta
yang kuharapkan dan inginmu
hilangkan ragu yang mengusik
hanya itu yang kita bisa
dinda...
tangis bayi di gerimis subuh
menyatu dengan amis darah
pedang jihad di gaza terbakar
lelah
allah allah allah
hukuman ataukah peringatan
pada hamba punya saudara
takbir menyentak jihad
allahuakbar
Dinda II
dalam senyap sejuta rindu merayap
meski terasa gelap
dapatkah menahan rasa yang meluap
mengikis duga dan sangka
dinda......
biarlah kini malam gelap
purnama cinta disitu kita berlabuh
Resah
langkahku resah diantara
sejuta duri rimba liar
dengan segala keganasan
ingin.....
jangan tanya aku akan kemana
gunung tinggi menghadang
sejengkalpun ku tak akan gentar
luas samudra karang badai dan topan
kan kutelan
agar mendung hilang
dengan senyum kemarau bergati hujan

