sore ini, menikmati senja yang mulai memudar.
dua gadis itu terlihat saling bercanda.
satu gadis sedang duduk, cantik, itu kesan pertama darinya.
kecantikan tanpa erotisitas.
menurut perkiraanku tingginya sekitar 165cm, dngan tubuh proporsional.
dia mengenakan sepatu, yang mercknya tak bisa kukenali, dengan celana panjang krem yang agak kendor, mungkin ibunya yang membelikan sehingga ukurannya tak pas dengan tubuhnya, semakin ke atas dia mengenakan kaos oblong panjang warna abu2.
duduk sambil memangku tas segi empat yang berbentuk kotak, laptop pasti isinya.
kulihat dia sedang menata rambutnya, hingga dadanya nampak membusung ke depan.
'anjrit kenapa ada tas di situ, merusak pandangan' batinku.
di sebelahnya kulihat temannya berdiri,
imut juga batinku, dengan tinggi sekitar 160 cm.
kakinya dialasi oleh sandal yang hanya dari tali2, kakinya tertutup celana putih, celana yang cukup ketat jika tak mau dibilang kekecilan,
dari belakang terlihat jelas lingkaran di pantatnya,
sepertinya dia memakai celana dalam berenda.
pantatnya cukup besar,
'jika ditampar pasti sekal sekali' pikirku
berlanjut ke atas, dia memakai kaus biru, masih ketat juga.
kausnya berwarna biru dengan tulisan new york yang tepat ada di dadanya.
perutnya nampak ramping.
dengan dua gundukan yang cukup besar di atasnya.
di sana terlihat jelas 2 buah segitiga yang menutupi ke-2 dadanya, nampak jelas segitiga itu dengan tali2nya.
untung saja semua masih disamarkan oleh tulisan new york tersebut.
semakin ke atas, terlihat kerudung mininya.
kerudung yang hanya bisa menutup sebatas leher saja.
--sungguh miris, ketika gadis berjilbab yang seharusnya mampu menutupi auratnya malah mengumbarnya di depan umum.
sungguh miris--
seketika kulihat dia tertawa terbahak-bahak sambil melompat-lompat,
aku bisa melihat kerudungnya kadang terangkat ke atas dan memperlihatkan leher putihnya.
dan ke bawah aku tertegun melihat dadanya yang naik-turun, seperti terlempar-lempar.
untung aku tak reflek untuk menangkap ke-2nya agar tak terjatuh.
dan diapun ereksi.
ah lupakan saja hari sudah sore,
waktunya untuk mandi,
mumpung masih belum terlalu sore, KAMAR MANDi belum terlalu antri, dan aku ingin mencoba SABUN yang baru kubeli.
-DAN DOSA ITUPUN TERCIPTA-
untung aku sudah beli sampo.
Links:
[1] http://mediasastra.com/profil/wahmuji
[2] http://mediasastra.com/print/1699#comment-1652
[3] http://mediasastra.com/profil/wina_candra
[4] http://mediasastra.com/print/1699#comment-1922
Hahaha...
perempuan berkerudung, kau membuatku bernafsu.hahaha..
ada yang menarik dari identitas yang coba dicipta lewat jilbab. ada yang bilang itu hanya dijadikan komoditas atas nama identitas keislaman. jilbab juga sebenarnya tidak diwajibkan di Indonesia, mengingat iklim tropis negeri ini dan budaya berpakaian yang berbeda. tapi ada juga yang memang kemudian memisahkan pemakai jilbab menjadi dua: yang hanya memakai saja dan yang memaknai keislamannya dengan sungguh2.
apapun itu, khususnya bagiku, jilbab memang memiliki aura 'aneh'. hahaha.. mungkin karena malu-malu mau yang justru diperlihatkan.hahaha...
memang terdengar tabu ,jorok dan aneh tapi kejujuran memang lugu sekali,terkadang pesan moral yang dianggap jorok tak mau didengar hal ini membatasi pemikiran ang super canggih,keliaran pikiran memenag anugrah yang maha kuasa,dari pikiran kita bisa menjelajahi dunia.good story