Kenangan

Kenangan
(revisi)
Begitulah waktu berjalan padamu dengan rindu yang meronta-ronta. Masa peluh intim tanpa malu dulu hanya berbiak di ruang semu akan semakin kaburnya makna. Kadang kau ingin sekali melepas segala dan berujar pada waktu berharap untuk tahun-tahun yang akan datang. Tapi, tak ada yang lebih dari nuansa nuansa dan gejala gejala. Kau lari lagi dan terseret lagi oleh kemarin.
Tunggu aku, katamu dulu. Aku akan berlari mengejarmu. Kita akan berkejar-kejaran bagai bulan dan matahari di tengah lautan. Apakah kau lupa bahwa butuh sedikit pengorbanan? Apakah kau terlalu lembut untuk menggunakan pedang membabat rintangan?
Perang. Pernak-pernik kenangan tak mau bebaskan diri melayang terbang. Adakah rindumu berkalang api membakar dada dan menghitamkan segala nuansa? Apakah kau masih saja merasa bebas dengan pakaian itu? Hidup memang tak lebih panjang dari kenangan. Dan seringkali kau takut untuk memilih warna baru untuknya.
|

Recent comments
8 hours 17 min ago
22 hours 41 min ago
6 days 18 hours ago
1 week 3 hours ago
1 week 3 hours ago
1 week 3 hours ago
1 week 19 hours ago
1 week 20 hours ago
1 week 20 hours ago
1 week 2 days ago