Kenangan

Begitulah waktu berjalan padamu dengan rindu yang meronta-ronta. Kenangan peluh intim tanpa malu hanya berbiak di ruang semu akan semakin kaburnya makna. Kadang kau ingin sekali melepas segala dan berujar pada waktu berharap untuk tahun-tahun yang akan datang. Tapi, tak ada yang lebih dari nuansa nuansa dan gejala gejala. Kau lari lagi dan terseret lagi oleh kemarin.
Tunggu aku, katamu dulu. Aku akan berlari mengejarmu. Kita akan berkejar-kejaran bagai bulan dan matahari di tengah lautan. Apakah kau lupa bahwa butuh sedikit pengorbanan? Apakah kau terlalu lembut untuk menggunakan pedang membabat rintangan?
Ah, Manusia hidup, sayang. Pernak-pernik kenangan tak mau bebaskan diri melayang terbang. Adakah rindumu berkalang tanah? Apakah kau masih saja merasa bebas dengan pakaian itu? Hidup memang tak lebih panjang dari kenangan. Dan seringkali kau takut untuk memilih warna baru untuknya.

Recent comments
13 hours 11 min ago
17 hours 23 min ago
1 day 11 hours ago
1 day 18 hours ago
1 week 15 hours ago
1 week 16 hours ago
1 week 2 days ago
1 week 2 days ago
1 week 2 days ago
2 weeks 5 hours ago