bintang ini juga pulang

bintang ini juga pulang
bulanku, pakailah lagi cincin itu,
agar jari manismu tampak cantik menyambutku,
tetap siapkan kopi dan makan malam,
walau jejak tanah bootku akan berganti guliran roda.
kelihatannya hanya kita berdua sampai tanah menyambut tubuh
tanpa ada mulut mungil menari dan memumpahkan gelas kopiku
beranda akan berisi kita berdua duduk melihat hujan
tanpa ada tubuh kecil basah berlari merunut khayal.
bukan salah sersanku, dia hanya menjalankan perintah
hapus air matamu itu jika hanya untukku
kau punya hidup juga
hanya aku ingin berkeluh
mortir-mortir musuh berkeliaran diudara
aku berlari ke depan setelah perintah sersanku
bergaung di telingaku.
mencari semak, merayap ke pohon tumbang
namun juga nasibku, bootku tidak punya mata untuk melihat ranjau
sekarang bintang ini juga pulang bersamaku
tersemat gagah di bahuku,
bangga dalam ingatan
kau bukan istri seorang prajurit lagi.
namun bukan keputusanku untukmu melangkah
meja, kopi, dan kelambu itu berhak untuk sendiri
kursi di meja ruang tengah bisa aku buang satu
tanganku masih mampu jika untuk mengaduk kopi sendiri
dan kelambu itu takkan marah jika harus menahan nyamuk untukku saja
setidaknya aku sudah berguna untuk negara
setidaknya kau lebih berguna bagi negara, bulanku.
yogyakarta, 2008
|

Recent comments
3 hours 12 min ago
9 hours 37 min ago
6 days 7 hours ago
6 days 7 hours ago
1 week 1 day ago
1 week 1 day ago
1 week 1 day ago
1 week 5 days ago
2 weeks 4 hours ago
2 weeks 3 days ago