Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

 

Atap

titiknol's picture

kami ingin menanam sayur-mayur di atap, memaksa musim basah agar menetap. kami takut kekeringan sebagai kami takut pada ular kakap. kami ingin pula menanam hati kami di atap, agar di bawah naungnya tidur kami lebih lelap. percayalah, jika kami dapat menanam yang paling penting bagi hidup kami, sayur-mayur dan hati, hidup kami akan terasa lengkap.

di atap itu, kami ingin berkebun wortel dan gambas. wortel agar rumah kami lebih awas mengawasi tingkah adat kami setiap hari, dan gambas sebab di dalam biji-bijinya mantra nenek kami dirajahkan suatu masa. kami ingin rumah kami beratap kuat dan bijak, agar kami tak perlu mendongak setiap saat bercemas ada genting yang retak terinjak. mungkin atap kami harus tinggi, agar kami tak perlu lagi meninggi-ninggikan hati.

8
Members Opinions
8
sayur

tubuhku setuju untuk tersihir oleh sayuran yang akan kupenggal batangnya dan kujual ke pasar agar aku dapat menanam sayuran lai dan memenggalnya lagi dan kemudian berlanjut.



8
"tersihir"

Setelah selesai membaca puisi TS Pinang, saya tak pernah lagi ingat kata-kata apa yang baru saja saya baca. Tidak tahu, mungkin karena saya memang sangat pelupa atau mungkin karena saya memang tak pernah bisa paham dengan sekali-baca...

Yang pasti, saya sering "tersihir" dengan pemilihan kata, ritme, dan yang paling kentara oleh atmosfer yang saya rasakan dari puisi-puisinya.. saya jadi ragu, tapi juga tambah semangat, untuk (seberapa bisanya) "membaca lebih" puisi-puisinya. Tapi nanti, sekarang masih harus skripsi.dan juga saya tidak (belum?) mampu "bicara" banyak tentang hal itu.hahaha...


 

Highest Points

UserPoints
durgadurga1093
molen570
wahmuji421
mbik410
sedik317
ginting307
dalangpotehi282
sescoplo265
titiknol177
otakudang161