TUGU KAMI (ode buat tugu Jogja)

TUGU KAMI
(ode buat tugu Jogja)
aku tahu betul
lelah kisahmu menjadi saksi
banyak cerita
dan tetap berdiri,
disimbol abadi nan tegap tetap,
padahal ribuan cerita
tak pernah berhenti mengitari
bersumpah atas perubahan
tentu, masih kau ingat
betapa sibuk peluru lalu lalang
menyuarakan kemerdekaan
dan anti-penjajahan,
atau semangat para pemuda
dalam derap kaki reformasi
menjegal tirani
begitu banyak keberanian terlupa tapi terekam
dalam lapuk tubuhmu
dan beberap cerita lama masih mampu kita baca,
wangi gudeg dari sudut tenggara
masih menyapa setiap malam
suara nafas ngos-ngosan tukang becak
belum juga terusir dari naunganmu
walau kini setiap kayuhannya makin getir
mata para kuli gendong sayuran pasar Kranggan
masih tertuju padamu
kala mengisi subuh
menunggui mobil-mobil pengangkut sayuran
dari daerah barat
sumringah senyum kuli bangunan
juga masih lekat tiap sabtu sore
waktu mereka pulang ke desa
membawa upah satu minggu
beberapa hal memang tak berubah,
cerita-ceritamu tak selapuk tubuhmu,
memori-memorimu tak menua
layaknya batu-batu pondasimu
sayang,
kini hanya tubuhmu yang disimpan begitu rapi
dalam ribuan almari kilatan lampu flash kamera
bukan cerita-cerita dan memori-memorimu
Aku sendiri malu tak bisa membantumu bercerita
pada mereka
alwiTHELONEWOLF
early July 2008

Post new comment