SETELAH MENONTON DUNIA DALAM BERITA (JIkalau Malam di Indonesia adalah sebuah rumah)

Jikalau malam di Indonesia adalah sebuah rumah,
Kaca jendela, yang pecah jadi puing-puing dihujam batuk terkekeh-kekeh Queen Elizabeth, pasti terbuat dari air mata vagina lonthe ‘gendhitan’ sarkem yang merupakan air pengganti air mata lapar cucu-cucunya.
Lalu bingkai nista berkarat sepi dipoles oleh sisa-sisa ban tukang becak yang digusur demi plakat-plakat pemilu Barrack Obama dan Hillary Clinton berwarna bukan dwiwarna.
Dan pintunya adalah sehelai selendang koyak milik pengemis lepra buat menggendong anaknya yang gosipnya disewa dari Harvard dan Yale.
Jikalau malam di Indonesia adalah sebuah rumah,
Pergilah kedapurnya
Masihkah sisa-sisa ‘thengkleng’ dari tulang D.N. Aidit jadi pigura foto Bush sedang berburu Taliban Afghanistan?
Masihkah sisa makan malam terakhir Lincoln diopera diperebutkan tikus-tikus Negara dunia ketiga?
Kalau masih, dank au mulai bosan pergilah ke kamar!
Pasti kau ditemani Queen Victoria yang sedang sibuk berpose untuk halaman depan Victoria’s secret sembari mencumbui Hamlet dan Romeo sampai-sampai liur malarianya jadi trend anak-anak Negara dunia ketiga
Jikalau malam di Indonesia adalah sebuah rumah,
Coba saja dindingnya dicat pakai cat sisa
Karl Marx menyemir jenggot putihnya
Jadi merah…
alwiTHELONEWOLF
Sangat Mabuk Maret 2008

Recent comments
9 hours 18 min ago
11 hours 53 min ago
12 hours 14 min ago
5 days 48 min ago
6 days 8 hours ago
1 week 2 days ago
1 week 2 days ago
1 week 2 days ago
1 week 2 days ago
1 week 4 days ago