Bicara tentang Alam

BICARA TENTANG ALAM
hari itu,
kami datang.
mungkin tanpa permisi
pada beringin disudut hilir sungai,
atau pada batu kapur yang tersusun
dijalanan tak kenal aspal.
tapi, kami datang,
ke desa.
meninggalkan mahalnya
kebisingan kota yang
tersuguh dalam setiap
putaran kipas AC
kepada sunyi
kepakan-kepakan codot
yang meninggalkan cintanya
pada buah pepaya muda setelah pagi tiba.
kami datang,
terduduk menari-nari
bukan untuk rotasi lampu disko,
tapi alirang bintang diatas
ketika kau mau belajar mendongak ke atas,
atau belajar menunduk
pada tanah merah pecah-pecah
bahwa bumi pun bisa pasrah.
sekarang waktunya mendengarkan,
pada garengpong saat siang,
pada jengkerik ketika malam,
pada lantunan Macapat *Siwo,
kau pun segera teringat
kemana harus bertanya,
tentu alam yang punya segala.
alwiTHELONEWOLF
Wiladeg, Karangmojo, June 2008
*Simbah = kakek atau nenek

Post new comment