psst . . .

matahari siang ini sgt menyengat..
menusuk-nusuk lapisan epidermis kulit ku.
panas sekali.,
di siang yang begitu terik ini,
byk kendaraan yang lalu lalang.
dan di tengah jalan,
telah berdiri seseorg yg berbadan besar,
dan tak jarang ada yg berwajah sangar dan berkumis..
telah siap menilang semua pengendara yg tdk tertib pd aturan..
aku termenung di bwh pohon mangga si depan rumah nenek ku..
aku merenungkan hidup ku yg kacau balau,
sama seperti kekacauan lalu lintas kota ku--tebing tinggi ini.
meskipun sulit untuk menertibkannya,
tapi bukan berarti tak bisa untuk di tertibkan..
tiba-tiba saat angin menyerbuku,
dan bersama angin itu tersimpan bau yg sangat menyengat.,
menusuk-nusuk hidung ku,
tanpa ampun..
tapi tunggu dulu,
sepertinya aku mengenal bau itu..
itu seperti bau ubi goreng yang aku makan pagi tadi,,
dan secara tak sengaja daun telinga ku menangkap gelombang bunyi..
bunyinya "psst",,
samar-samar terdengar.
bunyi itu pasti biang keladi dari bau busuk tadi..
dan baru ku sadari,
ternyata aku kentut . . , 

Post new comment