Pernah suatu kali seorang perempuan menangisi kekasihnya karena kekasihnya dipuja oleh banyak perempuan, lalu kekasihnya berkata “jangan menangisi ku karena hal yang kekanak-kanakan, kau hanya boleh menangisiku saat Tuhan menginginkanku!” [Baca Selengkapnya]
Waktu Remang Senja
Oleh
Sakinah Annisa Mariz [Baca Selengkapnya]
Mauritio, Ayah dua anak itu baru pulang dari kesibukan kerjanya hari itu.Ia tiba di rumah dan tak ada siapa-siapa kecuali anak lelaki pertamanya yang sedang bermain di lantai ruang tengah. Keluarganya adalah keluarga muda.Ia istrinya,dan dua orang anak mereka. Anak yang kedua hanya beda setahun usianya dengan yang pertama. Si sulung belum lagi lepas dari usia dua tahun. [Baca Selengkapnya]
Cerpen : Saiful Bahri
Yang Terhormat Tuan Pencuri
Sungguh, Pencuri itu telah kami pertuankan! Setulusnya, Pencuri itu telah kami pertuankan! [Baca Selengkapnya]
Cerpen : Saiful Bahri
Mati Hati
Alam kampung masih pagi sekali ketika terbetik kabar bahwa penguasa kampung telah mati hati. Terperangahlah kami orang-orang penghuni kampung. Tepatlah ramalan Si Nujum Tua tiga belas purnama lalu bahwa akan tiba masa mati hati bagi penguasa tanah kampung pusaka sisa akhir generasi anak negeri. Telah masa mati hati! Sudah masa mati hati! [Baca Selengkapnya]


