Oleh : EMHA ANHAR HUSYAM [Baca Selengkapnya]
By: Muhammad Anhar Husyam
Siantar City , North Sumatera On 2024 th
Ku berada di ruangan berdinding hijau penuh ornamen daun-daun oranye, warnanya senada dengan meja coklat muda tempatku menunggu. Bangku kayu yang kududuki berderik-derik memainkan nada di sela sunyi. Nafasku masih tersengal-sengal, serasa sisa letih saat dikejar-kejar orang kiriman Tojimo masih terasa. [Baca Selengkapnya]
Sambil berjalan menyusuri trotoar sepanjang pertokoan di pusat kota, Harman bersiul menyenandungkan lagu perjuangan Halo-halo Bandung. Kadang diselingi sapaan dan membalas sapaan orang yang berpapasan dengannya, mengobral senyum kanan-kiri atau kadang juga menggoda gadis-gadis yang melintas di depannya. Tak ada beban. Tak ada sedikit pun keinginan untuk berhenti. [Baca Selengkapnya]
Pernah suatu kali seorang perempuan menangisi kekasihnya karena kekasihnya dipuja oleh banyak perempuan, lalu kekasihnya berkata “jangan menangisi ku karena hal yang kekanak-kanakan, kau hanya boleh menangisiku saat Tuhan menginginkanku!” [Baca Selengkapnya]
Waktu Remang Senja
Oleh
Sakinah Annisa Mariz [Baca Selengkapnya]


