catatan Q, hari ini aku sedang gundah, kenapa hidup ini selalu penuh dengan tanya?
tak ada kepastian, selalu berkorban...
catatan Q setidaknya kau selalu mendengarkan aku,,, ya hanya kau tak ada yang lain
bunda nan jauh disana biasanya bisa mendengar gundahku namun ya jarak itu yang memisahkan...
tanpa kau catatan Q pasti aku sudah ambruk dimakan cacing tanah, tergeletak tak berdaya [Baca Selengkapnya]
Kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati,
air matanya berlinang karena gubuk elitenya
kebanjiran lumpur panas limpahan kolam belakang.
Kasihan kaki mulusnya jadi terkena kutu air!
Kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati,
air matanya berlinang karena melon di dapur meledak ganas.
Kasihan padahal ia lagi senang-senangnya menggoreng peyek uang untuk dijual di warung Pak Sabar! [Baca Selengkapnya]
Sebuah senandung terdendang menggema
di reruntuhan dinding sebuah hati,
"Hei itu senandung cinta !" seru sebuah otak yang tersadar.
Hati menyahut lirih :
"Tak mungkin ini senandung cinta, kawan.
Senandung cinta pastilah sangat indah
dan pastilah pangeranku akan jatuh hati padaku karenanya".
Otak tersenyum manis dan kembali menyahuti kawannya dengan sadarnya: [Baca Selengkapnya]
Kemarin lusa aku lewat depan rumahmu
Kau sapa aku
Aku sapa kau
Kita berbasa-basi sejenak
Menyenangkan
Kemarin aku berdiri di depan pagar rumahmu
Kau lihat aku
Aku lihat kau
Kau tersenyum lebar
Aku pun tersenyum senang
Kita bercakap-cakap
Kau di dalam pagarmu, aku di luar pagarmu
Berdebar-debar rasanya
Hari ini aku membuka pintu pagarmu
Kau melihatku dari jendela [Baca Selengkapnya]
Andrew Higgins
Minggu, 25 Oktober 2009
Pada awal 1980an, Nasir Tamara, seorang sarjana muda Indonesia, butuh uang untuk mendanai studi mengenai Islam dan Politik. Ia pergi ke kantor Ford Foundation cabang Jakarta untuk meminta bantuan. Ia pulang dengan tangan hampa. Amerika, dikatakan padanya, “tidak tertarik dengan urusan Islam.” [Baca Selengkapnya]


