Glossary

Providing brief explanatory descriptions about terminologies, or concepts, affiliated with literary thoughts. Presented in two languages: Bahasa and English.

Approaches

The followings are approaches commonly utilized as perspectives criticizing literary works.

Cultural Materialism

Cultural Materialism is a study about historical material in a politic frame. Cultural Materialism connects to historical documentation, analysis, and re-creates a view about a certain history period. Cultural Materialism also criticizes hegemonic pressure in society in creating canon works.

Ecocriticism

Ecocriticism is a study about relation of literature and natural environment. Ecocriticism is an elaborated genre from several similar names; green cultural studies, ecopoetics, and environmental literary criticism.

Existentialism

Existentialism is a philosophical movement which brings an idea that human-beings create meaning and essence of their own lives, and, therefore philosophy must be based on the concrete human-being, that is, human-being as existence. Some existentialists, with their different views, are Kierkegaard, Nietzsche, Berdyaev, Jaspers, Heidegger, Sartre, and Camus (although Camus himself did not want to be called an existentialist).

Feminism

Feminism is a movement that proclaims unequal role between male and female. Feminist theory aims to understand the inequality, and, it focuses on political gender, power relation, and sexuality.

Formalism

Formalism is a way to analyze a literary work, especially focused on its form, not in its content. Formalist theory concentrates more on the discussion of text features, especially linguistic properties being used, rather than the context of creation and the context of reception.

Gynocriticism

Gynocriticism is a study about the history, styles, themes, genres, and structures of writings by women, the psychodynamics of female creativity, the trajectory of the individual or collective female career, and the evolution or laws of a female literary tradition.

Liberal Humanism

Liberal Humanism tries to bridge reader and literary text based on some principles; that good literature has eternal meaning, that the meaning of literature is inside, that human nature and characters stay the same, and that literary form and content can not be separated.

Marxism

Marxism is a theory and also a political practice derived from Karl Marx and Friedrich Engels' thinking. The aim of Marxism is to create a society without class based on the ownership of the means of production, distribution, and exchange.

Narratology

In the beginning, Narratology is a part of Structuralism. Narratologists study narrative structure and how the structure influences readers’ perception. Narratology is an effort to study the characteristic of a ‘story’ as a concept and as a cultural practice.

New Historicism

New Historicism is an approach and literary theory based on the understanding that a literary work is a product of time, place, and the circumstances of creation. These approach and theory aim to understand literary works through historical contexts and to understand cultural and intellectual history through literature.

Postcolonialism

Postcolonial theory is, basically, a discussion of anti-colonial reactions and the effects of colonialism. This discussion includes, for example; the sufferings of the colonized and the domination of the colonizer, struggle for independence, the created images of colonized people by colonialists and their anti-thesis, acculturation, and the resistence against colonialists’ single truth of language.

Stylistics

Stylistics is a critical approach which uses linguistic methods and science to study literary and non-literary works. This approach aims to study how linguistic features influence the whole meaning of a work and the effects for the readers.

Surrealism

Surrealism, a reaction and resistence against rasionalism, is often called as ’the absolute reality’. These concept and idea, based on the freedom of mind and the expression of realization in dreams presented without conscious control, show the incongruous images so that it gives illogical, confusing impression.

Pendekatan Sastra

Berikut ini adalah pendekatan sastra yang umum digunakan sebagai cara pandang untuk mengkritik karya sastra.

Eksistensialisme

Eksistensialisme adalah gerakan filsafat yang mengusung ide bahwa manusia menciptakan makna dan hakekat hidup mereka sendiri. Karenanya, filsafat harus mengacu pada manusia yang konkrit, yaitu manusia sebagai eksistensi. Beberapa tokoh penting gerakan eksistensialisme, dengan perbedaan-perbedaan pandangannya, antara lain: Kierkegaard, Nietzsche, Berdyaev, Jaspers, Heidegger, Sartre, dan Camus (meskipun Camus sendiri tidak mau disebut sebagai seorang eksistensialis).

Feminisme

Feminisme merupakan gerakan yang menyuarakan ketidakadilan dan ketidaksetaraan peran antara laki-laki dan perempuan. Teori feminis dimaksudkan untuk memahami ketidaksetaraan dan difokuskan pada politik gender, hubungan kekuasaan, dan seksualitas.

Fenomenologi

Fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena, sesuatu yang hadir dalam refleksi fenomenologis, sebagai titik awal dan usaha untuk mendapatkan fitur-hakekat dari pengalaman dan hakekat dari apa yang kita alami.  G.W.F. Hegel dan Edmund Husserl adalah dua tokoh penting dalam pengembangan pendekatan filosofis ini.

Formalisme

Formalisme merupakan sebuah cara mengkaji karya sastra yang difokuskan pada bentuk daripada isi. Teori formalis lebih berkonsentrasi pada pembahasan fitur-fitur teks, khususnya properti-properti bahasa yang digunakan daripada konteks penciptaan karya dan konteks penerimaannya.

Gynocriticism

Gynocriticism adalah pembelajaran tentang sejarah, gaya, tema, genre, dan struktur tulisan yang dikarang oleh perempuan, dinamika kejiwaan dari kreatifitas perempuan, perkembangan karir perempuan secara perorangan atau kelompok, dan evolusi atau aturan-aturan tradisi kesusastraan perempuan.

Humanisme Liberal

Humanisme Liberal mencoba menjembatani pembaca dan teks sastra dengan berpegang pada beberapa prinsip dasar, antara lain; bahwa sastra yang baik mengandung makna abadi, bahwa makna karya sastra ada di dalam karya itu sendiri, bahwa manusia dan sifat-sifatnya tetap sama, dan bahwa bentuk dan isi karya sastra tidak dapat dipisahkan.

Kritik Psikoanalisis

Kritik psikoanalisis merupakan bentuk kritik sastra yang menggunakan teknik-teknik psikoanalisis dalam merancang interpretasi sastra. Secara singkat, psikoanalisis adalah terapi untuk memahami interaksi antara unsur-unsur kesadaran dan ketidaksadaran dalam otak manusia.

Kritik Sosiologis

Kritik sosiologis dimaksudkan untuk memahami sastra dalam konteks sosial yang lebih luas. Melalui metode sosiologi, kritik ini menggambarkan konstruksi sosial dari karya-karya sastra.

Marxisme

Marxisme adalah teori sekaligus gerakan politik yang diambil dari pemikiran Karl Marx dan Friedrich Engels. Tujuan dari Marxisme adalah menciptakan masyarakat tanpa kelas, yang didasarkan pada kepemilikan alat-alat produksi, distribusi, dan pertukaran.

Materialisme Kultural

Materialisme Kultural adalah sebuah studi tentang bahan sejarah dalam sebuah kerangka politik. Materialisme Kultural berhubungan dengan dokumen sejarah, analisisnya, dan penciptaan ulang pandangan tentang suatu periode sejarah tertentu. Materialisme Kultural juga membahas tekanan hegemonik pada masyarakat dalam penciptaan karya-karya kanon.

Naratologi

Naratologi merupakan cabang dari Strukturalisme yang mempelajari struktur naratif dan bagaimana struktur tersebut mempengaruhi persepsi pembaca. Naratologi adalah usaha untuk mempelajari sifat ‘cerita’ sebagai konsep dan sebagai praktek budaya.

Pascakolonialisme

Teori pascakolonial pada dasarnya merupakan pembahasan atas reaksi-reaksi antikolonial dan efek-efek kolonialisme. Pembahasan ini meliputi, misalnya; ketertindasan kaum terjajah dan dominasi penguasa, perjuangan kemerdekaan, pencitraan-pencitraan kaum terjajah oleh kolonial dan antitesisnya, percampuran budaya, dan pemberontakan terhadap kebenaran tungggal bahasa Penjajah.

Pascamodernisme

Pascamodernisme merupakan gerakan kritis terhadap konsep Modernisme, khususnya penolakan terhadap budaya borjuis dan elit. Pascamodernisme merujuk pada pengaburan batas-batas dan hierarki dari gerakan-gerakan yang sudah mapan dalam Modernisme.

Pascastrukturalisme

Pascastrukturalisme merupakan praktik dari dekonstruksi. Pascastrukturalisme merupakan respon kritis terhadap klaim-klaim strukturalisme, khususnya tentang signifier dan signified.

Stilistika

Stilistika adalah pendekatan kritis yang mempergunakan metode-metode dan pengetahuan linguistik untuk mempelajari karya sastra dan non-sastra. Pendekatan ini bertujuan untuk mempelajari cara fitur-fitur linguistik mempengaruhi makna sebuah karya secara keseluruhan dan efek-efeknya pada pembaca.

Surealisme

Surealisme, yang merupakan reaksi dan perlawanan terhadap rasionalisme, sering disebut sebagai ’realitas yang sesungguhnya’. Konsep dan ide ini, yang berpegang pada kebebasan berpikir dan ekspresi atas realisasi dalam mimpi yang dihadirkan tanpa kontrol kesadaran, menampilkan ketidaksingkronan citra sehingga menimbulkan kesan kacau dan membingungkan.