January, 2008

Mencumbu Kereta
Submitted by ginting on Thu, 01/31/2008 - 23:56.Sarmin, bocah berambut ikal, berkopiah abu-abu kusam, bersandal telapak dan jari-jari kaki, berjidat nonong, bermata juling, berbibir sumbing, dan berkulit keling itu memasuki stasiun Tugu Jogja ketika senja baru menyapa kota, mengelir jingga di setiap sudut basah yang baru diludahi langit tadi siang, ketika pelukis baka kelabakan menggambar pelangi dengan seadanya, ketika angin dari Wedi Ombo tersesat setelah nekad menuju ibukota, ketika delman pak-kusir-yang-sedang-bekerja menabrak seorang gelandangan sehingga ter

Liberal Humanism
Submitted by Administrator on Thu, 01/31/2008 - 23:07.Liberal Humanism tries to bridge reader and literary text based on some principles; that good literature has eternal meaning, that the meaning of literature is in

Formalism
Submitted by Administrator on Thu, 01/31/2008 - 22:59.Formalism is a way to analyze a literary work, especially focused on its form, not in its content.

Feminism
Submitted by Administrator on Thu, 01/31/2008 - 22:58.Feminism is a movement that proclaims unequal role between male and female.

Ecocriticism
Submitted by Administrator on Thu, 01/31/2008 - 22:57.Ecocriticism is a study about relation of literature and natural environment.

Cultural Materialism
Submitted by Administrator on Thu, 01/31/2008 - 22:56.Cultural Materialism is a study about historical material in a politic frame.

Existentialism
Submitted by ginting on Thu, 01/31/2008 - 22:55.Existentialism is a philosophical movement which brings an idea that human-beings create

Approaches
Submitted by Administrator on Thu, 01/31/2008 - 22:52.The followings are approaches commonly utilized as perspectives criticizing literary works.

Submitted by ginting on Thu, 01/31/2008 - 15:08.
| surat tak terkirim sepuluh tempat, yang sederhana dan yang mendurjana, diteriakkan sebagai lahan hidup dan mandiri sesuatu yang negara. dari emosi, manjanya investor berlagak bak dewa, letihnya petani dengan harga, pencurian (yang kuno namun jenius), kerakusan,kerinduan, celikan mata atas nasib para pekerja yang diperas keringatnya untuk membuat perusahaan transnasional yang punya merek dagang mendunia semakin kaya (dan dengan bangganya kita memakai produk mereka), sampai pada cinta dan tentram akibat buaian lagu kebangsaan yang seakan hendak menjadi mitos saja, dari situ semua tulisan ini menghembuskan sebahnya. tempat, bukankan itu yang dibutuhkan semua kita? akh..seandainya presidenku membacanya. eh..lalu kenapa? |

Kepada Orang Muda Terdidik 2
Submitted by ginting on Thu, 01/31/2008 - 14:57.Kenapa bisa bangga
atas kekuat-nalaran kita
yang manusia akademia itu
sementara para tengkulak
tetap bebas menipu kakek kawanku
yang setengah mati memikul
panen kacangnya
yang tak seberapa?

Recent comments
7 hours 13 min ago
21 hours 37 min ago
6 days 17 hours ago
1 week 2 hours ago
1 week 2 hours ago
1 week 2 hours ago
1 week 18 hours ago
1 week 18 hours ago
1 week 19 hours ago
1 week 2 days ago